SMS / WA 0858-7666-7810

Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan

Beramal yang Ilmiyah - Berilmu yang Amaliyah.

KANTOR SEKRETARIAT

Selalu berpacu dalam modernisasi manajemen.

ASRAMA SANTRI PONPES MAMBA'UL HUDA

Karena tempat tinggal yang nyaman adalah penunjang kesuksesan belajar.

Rebana Ponpes Mamba'ul Huda

Rajin bersholawat dengan senantiasa mengharap syafa'at kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Happy Graduation

Semoga Ilmu yang diperoleh bermanfaat.

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

4/01/2017

Informasi Penerimaan Santri Baru Tapel 2017-2018 / 1438-1439

Informasi Penerimaan Santri Baru Tapel 2017-2018




Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan menerima pendaftaran santri baru tahun khidmat 1438-1439 H

https://pp-mambaulhuda.blogspot.co.id


berilmu yang amaliyah, beramal yang ilmiyah


Misi : 

mengenalkan dan mensyiarkan ajaran Aswaja
mengembangkan ilmu dan amal berlandaskan imtaq
membiasakan beribadah dan beriyadhoh.

Syarat pendaftaran :

  1. Mendaftar dengan diantar oleh Orangtua / Wali
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran (bisa di unduh KLIK DISINI)
  3. Fotokopi Akta kelahiran (1 lembar)
  4. Fotokopi KK dan KTP Orangtua/ Wali
  5. Foto calon santri (2 lembar) *)putra berpeci dan putri berkerudung
  6. Fotokopi Syahadah dari TPQ/MADIN/Ponpes lama (Jika ada)
  7. Membayar biaya pembuatan buku saku santri & Kartu Tanda Santri Rp. 10.000,-
  8. Membayar biaya pembelian kitab selama satu tahun Rp. 100.000,-
  9. Calon santri bersedia mengikuti test penempatan kelas mengaji
Psb Ponpes Mambaul Huda 2017
* Poster PSB Ponpes Mamba'ul Huda Tahun 2017/2018 *
Fasilitas :
  • Asrama representatif
  • Aula serbaguna
  • Koperasi Pesantren
  • Al-Maktabah / Perpustakaan
  • Ruang kelas mengaji representatif
  • Ruang menginap tamu & wifi area.
Kajian Kitab :

Akhlak : Alala, Akhlak Lil Banin, Taisirul Khollaq, Ta'limul Muta'alim
Fikih : Al-Fiqhul Wadlih, Taqrib, Risalatul Mahidl (khusus santri putri)
Tauhid : Aqidatul Awwam, Tsu'bul Iman, Qothrul Ghoits
Tajwid : Hidayatus Syibyan, Jazariyah, Risalatul Qurro' Wal Huffadz
Nahwu Shorof : Nahwu Wadlih, Awamil Al-Jurjani, Al-Imrithi, Amsilatut Tashrif

Ekstrakurikuler :
  • Baca Maulid (Barzanji untuk santri tingkat ula dan wustho & Simtuth Duror untuk tingkat ulya)
  • Hadroh/ Rebana (klasik dan modern)
  • Pelatihan Khitobah / Pidato
  • Tari Sufi
  • dll.

Waktu Pendaftaran : Setiap hari mulai tanggal 1 Juni - 10 Juli 2017
Tempat : Desa Pajomblangan Rt.01 Rw.02 Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan 51173

Hal-hal yang belum jelas silahkan ditanyakan lewat kontak 0858 4255 4992 / 0858 7666 7810.

9/01/2015

Kontingen SMP NU Pajomblangan raih 4 Trophy MAPSI Kab. Pekalongan 2015


Kontingen SMP NU Pajomblangan raih 4 Trophy MAPSI Kab. Pekalongan 2015

Dalam MAPSI KAB. PEKALONGAN 2015

SMP NU Pajomblangan
Kedungwuni (29/8/15). Gemuruh LOMBA MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) tingkat SMP se-Kabupaten Pekalongan kembali diadakan oleh Dindikbud Kab. Pekalongan. Dantahun ini dilaksanakan di SMP 2 Kedungwuni. SMP NU Pajomblangan pun menyiapkan prajurit kebanggaan untuk diikut sertakan di dalamnya.
Tepat pukul 08.00 wib setelah menerima pembekalan dari Kepala Sekolah kontingen SMP NU Pajomblangan sampai di lokasi perlombaan, ratusan kontingen dari berbagai SMP se-Kabupaten Pekalongan pun telah bersiap adu bakat dalam perlombaan diawali dengan upacara pembukaan. Riuh ramai seluruh kontingen memadati tiap sudut lokasi. Ada 7 cabang yang dilombakan yaitu Cerdas Cermat Islami (CCI), Pidato putra-putri, Tartil Quran putra-putri, Tilawatul Quran putra-putri, Tahfidzul Quran putra-putri, Kaligrafi dan Rebana.
Dalam MAPSI kali ini SMP NU Pajomblangan mengikuti seluruh cabang yang dilombakaan. Dengan berbekal bimbingan dari pelatih dan bakat masing-masing siswa yang telah diseleksi, para kontingen SMP NU Pajomblangan siap untuk adu bakat, dan 
ALHAMDULILLAH ...........   4 medali pun diborong oleh kontingen SMP NU Pajomblangan.
Dicabang Pidato Putri memperoleh Juara 1, Tahfidzul Quran Putri Juara 2, Tahfidzul Quran Putra Juara 3 dan Rebana Juara 3.
Daftar Prestasi Mapsi 2015
Tim Rebana Juara 3

Sekelumit cerita mewarnai kontingen SMP NU Pajomblangan yang telah menyabet juara. Tri Mulaningsih misalnya, Juara 1 Pidato putri ini sampai harus  gonta-ganti kostum agar menambah pede dalam show nya, TIM Rebana pun meski sudah lembur latihan agak nervous ketika tampil perdana. Namun pada akhirnya semua itu terbalas setelah diakhir lomba berhasil menyabet juara. Lain lagi Si Dinar Maulana, tengah asyik menggarap kaligrafi miliknya kehabisan cat ditengah jalan. Spontan Sang Pembina pun lari mencari cat tambahan.
(Dinar Maulana kehabisan cat ditengah jalan)


 “Ibarat  kejatuhan durian runtuh,” itulah ungkapan yang tepat untuk Pak Munir. Maksud hati hanya mendampingi Kontingen Sekolah kita, diawal upacara pembukaan menjadi pemimpin do’a dan Pak Aziz ketiban duren menjadi Juri Tartil Quran dadakan.
Itulah sekelumit cerita seputar MAPSI Kab. Pekalongan Th. 2015 dan semoga menjadi penyemangat dalam Perlombaan untuk edisi berikutnya.

Oleh: Redaksi SMP NU Pajomblangan

8/31/2015

Maulana Habib Muhammad Luthi bin Yahya hadiri Khoul Al-Imam Abu Hasan ‘Ali Asy-Syadzili di Ponpes Mambaul Huda

Maulana Habib Muhammad Luthi bin Yahya Pekalongan hadiri Khoul Al-Imam Abu Hasan ‘Ali Asy-Syadzili di Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan Kedungwuni


Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
Kedungwuni (26/8),  Ribuan orang memadati Halaman Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan Kedungwuni, Rabu malam (26/8) Jamaah toriqoh syadziliyyah kanzuz sholawat pekalongan dibawah bimbingan mursyid toriqoh Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya Pekalongan, menggelar acara Khoul Al-Imam Abu Hasan ‘Ali Asy-syadzili (Pendiri toriqoh syadziliyyah) di Ponpes Mambaul Huda.

Serangkaian acara sudah dimulai sejak Selasa malam (25/8), diawali dengan ziarah ke Makam Al-Habib Hasyim bin Yahya dan Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alatas (Sapuro) dan Makam KH. Akrom Khasani (Jenggot, Buaran). Rabu sore acara dilanjutkan dengan Khotmul Qur’an Bin Nadhor oleh Santri-santri Ponpes Mambaul Huda dan bakdal maghrib pembacaan rotibul kubro oleh jamaah rotib desa pajomblangan.
Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
(Khotmul Quran Oleh Santri Ponpes Mambaul Huda)

Lepas Isya’ para pengunjung semakin memadati lokasi begitu Pembacaan Maulid Simtuth Duror dimulai oleh para santri dan bertambah meriah dengan diiringi oleh tarian sufi. Pengunjung pun dibuat larut dalam kekhusyukan ketika dilanjutkan Pembacaan Manaqib dan Aurod Toriqoh Syadziliyyah yang dipimpin oleh Ky. Adib Karomi yang juga pengasuh Ponpes Mambaul Huda dan dilanjutkan sambutan beliau selaku sohibul bait, dalam sambutannya beliau menyelipkan cerita tentang Imam Syadzili yang sejak kecil gemar merantau mencari ilmu, mencari mursyid untuk mendapatkan bimbingan sehingga beliau menjadi Sulthonul ‘Auliya. Hal ini tentu sangat kontras dengan perilaku pelajar zaman modern yang cenderung bermalas-malasan.
Puncak acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ust. Mujahidin dan Ust. Azizu Subhan memandu jalannya acara pengajian umum dengan menginformasikan acara yang telah ditempuh sebelumnya. Dalam pengajian umum tersebut panitia dapat menghadirkan dua orang pembicara yaitu KH. Abdul Aziz dari Moga Kab. Pemalang dan Rois ‘Am JATMAN (Jamiyah Ahlith Toriqoh Al-Mu’tabaroh An-nahdliyyah) Maulana Al-Habib Luthfi bin Yahya.
Pengunjung dibuat melek oleh Mauidloh yang kocak oleh KH. Abdul Aziz meski waktu sudah jam 23.00 wib. “Pejabat meninggal gampang mencari pengganti, tetapi ulama wafat belum tentu mendapatkan pengganti,” terang beliau dalam mauidlohnya. “Untuk itulah diperingati Khoul Imam As-syadzili untuk mengenang, mencontoh tindakan dan bertawassul kepada Imam Asy-syadzili." imbuh beliau.
Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
(Tausiyah Pertama: KH. Abd Aziz dari Moga Pemalang)

Pukul 23.15 Maulana Al-Habib luthfi pun memulai tausiyahnya. “Khoul adalah napak tilas ulama sholihin, sejarah agar kita tidak kepaten obor,” terang beliau mengawali tausiyah. Memang benar apa yang beliau sampaikan mengingat zaman sekarang ini banyak orang yang miskin sejarah, melupakan sejarah bahkan malu untuk belajar sejarah bangsa.
(Tausiyah Kedua: Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan)

Nasehat penting yang disampaikan beliau adalah bahwa inti dari pada toriqoh adalah membersihkan hati sehingga sempurna dalam ubudiyyah, toriqoh menjadi sebab kita mendapatkan sabab nasab kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menekankan pentingnya menghormati Kyai Kampung sendiri, karena merekalah yang mengajari kita ilmu agama mulai dari nol, yang menyolati dan mentalqin jika ada orang kampung meninggal, “Maksiat semakin tumbuh karena menyepelakan Kyai sendiri (Kyai kampung),”ujar beliau di akhir tausiyahnya. “Akhirnya maksiat merajalela karena sang kyai kampung tak lagi ditakuti, tak lagi dihormati.” Tutup beliau.

Pengunjung Pria

Pengunjung Wanita

Pengasuh Ponpes Mambaul Huda (Ky. Adib Karomi Akrom Khasani)


*oleh : Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
  http://facebook.com/pp.mambaulhuda


7/12/2015

Diskusi para kyai NU : Ancaman Transnasional bagi persatuan bangsa

Diskusi para kyai NU : Ancaman Transnasional bagi persatuan bangsa
Diskusi para kyai NU : Ancaman Transnasional bagi persatuan bangsa
Sarang - Sejak pukul 09.00 WIB alunan musik marching band Al-Anwar sudah mulai mengiringi para tamu undangan yang berdatangan dan berkumpul di halaman gedung sekolah tinggi Al-Anwar, jumlah seluruh peserta acara yang ratusan ini mulai memadati ruangan hingga acara dimulai pada pukul 10.00 WIB, acara yang mengundang ulama-ulama besar, seperti Syaikh Maimoen Zubair Sarang, Syaikh Rajab Dib Syiria dan ulama beasr lain ini adalah sebuah acara yang dilaksanakan oleh Majma Buhuts An-Nahdliyah, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Al-Anwar yang menjadi sekolah tinggi dibawah naungan KH. Maimoen Zubair,  Majma Buhuts An-Nahdliyah sendiri merupakan sebuah forum yang diadakan guna membahas hal-hal yang berkaitan seputar keislaman.
Melihat berbagai masalah serta konflik internasional yang memprihatikan, seperti munculnya kelompok bergaris keras ISIS ( Islam State Of Iraq and Syam ), Runtuhnya kekuasaan-keuasaan di timur tengah, memanasnya kembali konflik palestina dan israel serta berita-berita lain yang berujung pada kelompok transnasional yang bergerak seperti menebar jala dan  memunculkan sebuah perpecehan, Para cendekiawan muslim sungguh tidak mengharapkan hal ini terjadi dan sebelum masalah ini benar-benar merasuk ke tubuh NKRI maka Majma Buhuts An-Nahdliyah mengadakan sebuah forum pencerahan serta diskusi yang mengundang berbagai tokoh dalam ahlinya serta mengundang banyak pihak dari berbagai Instansi guna mengantisipasi akan hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat mengancam keutuhan NKRI. Diharapkan dalam forum ini mampu memberikan pemahaman terhadap kelompok-kelompok transnasional, agar kemudian mampu membentengi dan menjaga diri, serta membentuk masyarakat Indonesia yang lebih berkarakter.
Dalam sesi keynote speacker, KH. As’ad Syaifudin Ali memaparkan berbagai golongan kelompok mulai dari yang berbasis Aqidah, Jihad serta politik beserta cara mengatasi jikalau menemukan golongan yang membahayakan dengan kedok Islam. “semoga dalam forum ini memunculkan sebuah saran yang jitu untuk pemerintah dan pemerintah lebih berani dalam bertindak” lanjut KH. As’ad Syaifudin Alu dalam keynote Speacker-nya.
Dalam sesi lain, Sayikh Rojab Dib dari Syiria menjelaskan bahwa awal dari perpecahan umat islam adalah karena ke-tidak mampu-an umat dalam membaca kitiab suci Al-Quran dan hadits nabi  sebagai ilmu pengetahun dan wahyu, sehingga perpecahan menjadi dan peran lembaga pemerastuan lembaga yang mendamaikan kelompok yang berseteru memiliki peran yang sangat penting di tengah-tengah permasalahan ini.
 Syaikh Maimoen Zubair juga sangat mewanti-wanti persatuan dengan menceritakan sejarah keberhasilan ulam terdahulu dalam  menyatukan umat pada satu wadah yakni Nahdlatul Ulama, dalam menyelesaikan masalah perpecahan ini rasa patriotisme tanah air sangat dibutuhkan agar perpecahan tidak terus bertambah besar “ Satu-satunya tempat kembali yaitu NKRI ” terang Mbah Mun, sapaan Syaikh Maimoen Zubair.
Setelah berisitirahat selama satu jam, dilanjutkan sesi selanjutnya yakni focus group discussion, yang dinarasumberi oleh Gus Yahya Staquf dan Gus Ghofur, sapaan akrab Dr. Abdul Ghofur, ketua STAI Al-Anwar tersebut. beliau menjelaskan berbagai kelompok yang muncul melalui sudut pandang teologi dan fiqh, dalam diskusi ini juga memunculkan banyak sekali ide-ide dan pandangan sebagaima saran dari Syaikh Rojab Syriria yang mengharapkan adanya lembaga pendamai dalam kelompok yang sering bertikai pun terjawab “ NU merupakan organisasi besar yang memiliki wadah dari anak-anak hingga tua sekalipun dan juga memiliki cabang organisasi yang banyak “ ujar Gus yahya. Selain itu sikap perubahan dan tindakan positif dari tiap warga NU juga perlu dibudayakan agar islam tidak mudah pecah dan NU bisa menjadi pemersatu “ kebesaran islam nusantara dan sikap khidmah dari setiap warganya, itulah yang menjadi islam ini makin kuat” lanjut gus Yahya, kemudian panasnya berita tentang isi juga tidak luput dari pembicaraan, ”mengenai ISIS, bahwa pembersihan ISIS harus juga pada ideologinya agar kemudian tidak muncul ISIS-ISIS baru dengan nama yang lain”  papar seorang hadirin dalam sesi Tanya jawab.
Setalah berdiskusi selama dua jam, acara  ini pun selesai pada pukul 16.00 WIB dan  dalam penutup, Ustadz Muadz Thohir, yang menjadi salah satu pengasuh pondok pesantren Matholiul Falah Pati memerintahkan agar selesai diskusi ini, tidak ada kepuasan bagi para hadirin sehingga pengetahuan dapat terus ingin dicari.