SMS / WA 0858-7666-7810

Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan

Beramal yang Ilmiyah - Berilmu yang Amaliyah.

KANTOR SEKRETARIAT

Selalu berpacu dalam modernisasi manajemen.

ASRAMA SANTRI PONPES MAMBA'UL HUDA

Karena tempat tinggal yang nyaman adalah penunjang kesuksesan belajar.

Rebana Ponpes Mamba'ul Huda

Rajin bersholawat dengan senantiasa mengharap syafa'at kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Happy Graduation

Semoga Ilmu yang diperoleh bermanfaat.

Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

8/31/2015

Maulana Habib Muhammad Luthi bin Yahya hadiri Khoul Al-Imam Abu Hasan ‘Ali Asy-Syadzili di Ponpes Mambaul Huda

Maulana Habib Muhammad Luthi bin Yahya Pekalongan hadiri Khoul Al-Imam Abu Hasan ‘Ali Asy-Syadzili di Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan Kedungwuni


Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
Kedungwuni (26/8),  Ribuan orang memadati Halaman Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan Kedungwuni, Rabu malam (26/8) Jamaah toriqoh syadziliyyah kanzuz sholawat pekalongan dibawah bimbingan mursyid toriqoh Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya Pekalongan, menggelar acara Khoul Al-Imam Abu Hasan ‘Ali Asy-syadzili (Pendiri toriqoh syadziliyyah) di Ponpes Mambaul Huda.

Serangkaian acara sudah dimulai sejak Selasa malam (25/8), diawali dengan ziarah ke Makam Al-Habib Hasyim bin Yahya dan Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alatas (Sapuro) dan Makam KH. Akrom Khasani (Jenggot, Buaran). Rabu sore acara dilanjutkan dengan Khotmul Qur’an Bin Nadhor oleh Santri-santri Ponpes Mambaul Huda dan bakdal maghrib pembacaan rotibul kubro oleh jamaah rotib desa pajomblangan.
Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
(Khotmul Quran Oleh Santri Ponpes Mambaul Huda)

Lepas Isya’ para pengunjung semakin memadati lokasi begitu Pembacaan Maulid Simtuth Duror dimulai oleh para santri dan bertambah meriah dengan diiringi oleh tarian sufi. Pengunjung pun dibuat larut dalam kekhusyukan ketika dilanjutkan Pembacaan Manaqib dan Aurod Toriqoh Syadziliyyah yang dipimpin oleh Ky. Adib Karomi yang juga pengasuh Ponpes Mambaul Huda dan dilanjutkan sambutan beliau selaku sohibul bait, dalam sambutannya beliau menyelipkan cerita tentang Imam Syadzili yang sejak kecil gemar merantau mencari ilmu, mencari mursyid untuk mendapatkan bimbingan sehingga beliau menjadi Sulthonul ‘Auliya. Hal ini tentu sangat kontras dengan perilaku pelajar zaman modern yang cenderung bermalas-malasan.
Puncak acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ust. Mujahidin dan Ust. Azizu Subhan memandu jalannya acara pengajian umum dengan menginformasikan acara yang telah ditempuh sebelumnya. Dalam pengajian umum tersebut panitia dapat menghadirkan dua orang pembicara yaitu KH. Abdul Aziz dari Moga Kab. Pemalang dan Rois ‘Am JATMAN (Jamiyah Ahlith Toriqoh Al-Mu’tabaroh An-nahdliyyah) Maulana Al-Habib Luthfi bin Yahya.
Pengunjung dibuat melek oleh Mauidloh yang kocak oleh KH. Abdul Aziz meski waktu sudah jam 23.00 wib. “Pejabat meninggal gampang mencari pengganti, tetapi ulama wafat belum tentu mendapatkan pengganti,” terang beliau dalam mauidlohnya. “Untuk itulah diperingati Khoul Imam As-syadzili untuk mengenang, mencontoh tindakan dan bertawassul kepada Imam Asy-syadzili." imbuh beliau.
Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
(Tausiyah Pertama: KH. Abd Aziz dari Moga Pemalang)

Pukul 23.15 Maulana Al-Habib luthfi pun memulai tausiyahnya. “Khoul adalah napak tilas ulama sholihin, sejarah agar kita tidak kepaten obor,” terang beliau mengawali tausiyah. Memang benar apa yang beliau sampaikan mengingat zaman sekarang ini banyak orang yang miskin sejarah, melupakan sejarah bahkan malu untuk belajar sejarah bangsa.
(Tausiyah Kedua: Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan)

Nasehat penting yang disampaikan beliau adalah bahwa inti dari pada toriqoh adalah membersihkan hati sehingga sempurna dalam ubudiyyah, toriqoh menjadi sebab kita mendapatkan sabab nasab kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menekankan pentingnya menghormati Kyai Kampung sendiri, karena merekalah yang mengajari kita ilmu agama mulai dari nol, yang menyolati dan mentalqin jika ada orang kampung meninggal, “Maksiat semakin tumbuh karena menyepelakan Kyai sendiri (Kyai kampung),”ujar beliau di akhir tausiyahnya. “Akhirnya maksiat merajalela karena sang kyai kampung tak lagi ditakuti, tak lagi dihormati.” Tutup beliau.

Pengunjung Pria

Pengunjung Wanita

Pengasuh Ponpes Mambaul Huda (Ky. Adib Karomi Akrom Khasani)


*oleh : Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan
  http://facebook.com/pp.mambaulhuda


7/30/2015

Ta'aruf MOS-nya Anak santri

PONPES MAMBA'UL HUDA GELAR MALAM TA'ARUF SANTRI
TAHUN PELAJARAN 1436 - 1437 H

PP Mambaul Huda

Mambaul Huda (29/7) – Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan menggelar agenda tahunan di awal tahun ajaran 1436-1437 H yaitu MALAM TA’ARUF DAN HALAL BI HALAL. Ta’aruf berasal dari bahasa arab “Arofa Ya’rifu” yang artinya kenal, mengenal atau mengetahui.
.
Ponpes mambaul Huda 
Rebana Santri Ponpes Mambaul Huda
 Malam ta’aruf ibarat MOS-nya anak santri Ponpes Mambaul Huda dengan tujuan mengenalkan segala hal yang berkaitan dengan ponpes mambaul huda, meliputi sejarah berdiri ponpes, hal ihwal pembelajaran atau pengajian di ponpes, peraturan-peraturan yang wajib di taati oleh semua santri dan sanksi bagi santri pelanggar

Ponpes mambaul Huda
Kyai Adib Karomi Akrom Khasani (Pengasuh) saat mauidloh hasanah

Mengingat pelaksanaan ta’aruf di ponpes mambaul huda selalu bertepatan pada bulan syawal, maka acara sekaligus di jamak dengan Halal Bi Halal dan pada tahun 1436 ini di gabung dengan halal Bi Halal Jamaah Ta’lim Wa Dzikri Al-Hikam asuhan Kyai Adib Karomi Akrom Khasani yang juga Pengasuh Ponpes Mamba’ul Huda.




PP Mambaul Huda
Pukul 19.30 wib acara dimulai dengan Sholawatan oleh Group Hadroh Ponpes Mambaul Huda yang notabene Juara dua kali berturut-turut dalam OASIS SMP BP Se-jateng 1 tahun 2013 dan 2015. Memasuki acara dua orang santri memandu jalannya acara dengan dua bahasa, masing-masing santri sebagai MC dengan bahasa arab dan bahasa jawa.
“mari kita jadikan momentum ini untuk saling mengenal, baik santri kepada ustadz dan kyai, santri kepada teman dan juga mengenali semua lingkungan ponpes.” Terang pengasuh ponpes mambaul huda dalam mauidlohnya yang didengarkan oleh seratusan orang yang hadir. Jumlah tersebut merupakan total dari semua santri baik putra maupun putri, segenap tamu undangan baik dari pengurus yayasan ataupun dewan guru SMP NU BP, dan juga para jamaah al-hikam.
Mewakili jajaran dewan asatidz juga keluarga, beliau juga meminta maaf kepada segenap hadirin dan mohon di halalkan dan di maafkan segala kesalahan selama setahun yang telah lewat.


*Ponpes Mambaul Huda*

7/12/2015

BUMI SPIRITUAL PERKEMAHAN SANTRI MAMBAUL HUDA



Pekalongan - “ Rukhsoh ya Ustadz, Asta’dzin an a’khudzal ma’” ucap Fuadz seorang santri asal Jakarta sambil memfasih-fasihkan bahasa arabnya yang terdengar kaku, Ustadz yang mendengar hanya mengembangkan senyum dan menyuruhnya mengulangi kalimat tadi dengan pengeras suara. Sambil terburu-buru karena hendak mengambil air ia mencoba mengulangi lagi kalimat tadi, yang kurang lebih berarti “ permisi pak, saya minta izin untuk mengambil air “ dengan pengulangan yang semakin difasih-fasihkan.Selesai mendapat izin, antara ustadz dan santri saling bertukar senyum disambar ucapan terimakasih yang juga masih menggunakan bahasa arab “ Syukron Ustadz, Sa arji’ Syur’atan “ ( makasih pak, saya akan kembali dengan cepat ), kemudian santri keluar dari kawasan perkemahan untuk menjalankan misinya, mengambil air.
Ya,dimulai sejak Sabtu 30 September2014 seluruh santri dari pondok pesantren Mambaul Huda Pajomblangan, Kedungwuni Pekalongan mengikuti perkemahan, kemah Ar-Riyadhah namanya. Jika diterjemahkan kurang lebih berarti“ penggemblengan spiritual “. Selain menjadi ajang penggemblengan spiritual, perkemahan ini juga  melatih para santri untuk lebih mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih mandiri dan bertanggung jawab.Bukan hanya latihan individu saja yang mereka dapatkan, seperti perkemahan pada umumnya yang membagi para peserta ke beberapa regu, kemah para santri ini juga terbagi menjadi 19 regu, Kekompakan mereka dalam regu diharapkan mampu melatih mereka untuk memiliki sikap empati dan simpati yang tinggi dalam bermasyarat kelak. Kepentingan bersama menjadi nomor satu dan kepentingan pribadi entah nomor kesekian, begitulah mereka diajar disana.
Sebelum mengikuti perkemahan yang terletak di daerah Cepagan, Warung Asem kabupaten Batang Jawa Tengah ini, para santri tidak hanya mendapatkan pembekalan tentang apa-apa yang diperlukan pada saat kemah, mereka juga mendapat pembakalan bahasa Arab. Per-regu  akan diberi buku saku percakapan bahasa arab yang nantinya wajib mereka gunakan dalam kemah, terlebih saat bercakap dengan para ustadz atau hendak meminta izin keluar dari kawasan perkemahan, makan keluar, mengambil air, atau hanya sekedar hendak berjalan-jalan sebentar, semua memakai bahasa Arab. Pantas beberapa santri nampak gugup, terlebih jika harus berbicara bahasa Arab dengan pengeras suara di sekertariatan, mental parapeserta yang kebanyakan berusia antara 12-15 tahun ini pun akan teruji.
BUMI SPIRITUAL PERKEMAHAN SANTRI MAMBAUL HUDA
Selain beberapa agenda umum, seperti pramuka, lomba, senam, PBB, kegiatan budaya dan lain sebagainya, para santri juga banyak mendapat pengalaman sepriritual, baik berupa kewajiban berjamaah 5 waktu, mungkin para santri sudah sangat terbiasa dengan kewajiban berjamaah, tapi berjamaah ditengah kesibukan yang padat menambah nilai tersendiri bagi kedisiplinan mereka. Kuliah pengajian setelah jamaah, Qiyamul lail dan dzikir bersama juga dilaksanakan ditengah-tengah padatnya agenda perkemahan.Dan tidak kalah mengesankan, renungan malam “saya seperti kehabisan waktu untuk melakukan keburukan “ ujar seorang peserta yang selesai menangis tersedu-sedu dalam renungan malam. Biasanya setelah renungan malam para santri seperti kembali memiliki hati yang tidak ingin lagi berbuat keji, mereka merasa keburukan – keburukan yang lalu merupakan hal yang tidak pantas lagi untuk mereka, dan kebaikan yang terlewatkan, menjadi penyesalan yang mendalam dihati mereka, dan renungan itu, sebagian besar sukses menanamkan  keyakinan kuat untuk melakukan banyak kebaikan dimasa mendatang.
Begitulah mereka selama 3 hari mendapat pengalaman berharga, baik dari segi agama budaya dan banyak pengalaman positif lain, seperti yang diterangkan oleh Kak MABIGUS Ky. Adib Karomi di sela-sela perkemahan “ perkemahan ini hendaknya mampu mengaktualisasikan nilai-nilai agama, intelektual dan budaya dalam kehidupan sehari-hari “.
Perkemahan itu kemudian ditutup pada 2 Oktober 2014 dengan upacara bendera, resmi sebagaimana yang dilakaukan pada pembukaan, dalam penutupanya ketua panitia penyelenggata, Ust Didik Madhari yang merupakan alumni dari pesantren Gontor berharap “ semoga perkemahan ini bukan hanya menjadi ajang tahunan bagi para peserta, namun mampu memberi bekal untuk menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat kelak “.

Ditulis oleh : M. Akrom Adabi*
*Santri PP. Mambaul Huda dan mahasiswa aktif semester 5 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Anwar.

Hari Kemerdekaan, Seluruh Santri Ikuti Upacara

Khusyuknya Upacara Para Santri


Hari Kemerdekaan, Seluruh Santri Ikuti Upacara
Pajomblangan - Hari ini rakyat Indonesia merayakan hari ulang tahun republik yang ke 69, dengan semangat patsriotisme, upacara-upacara bendera telah dilaksanakan pagi tadi di seluruh penjuru negeri, tidak ingin ketinggalan menunjukan sikap patriotisme, Seluruh Santri ponpes Mambaul Huda diikuti lembaga-lembaga pendidikan formal yang ada di desa Pajomblangan, mulai dari RA Muslimat, MI, SD, SMP beserta segenap warga hari ini juga juga berkumpul dan rela berpanas-panasan untuk ikut meramaikan HUT RI ke 69. Upacara bendera yang diikuti oleh seluruh santri dan berbagai lembaga sekolah di desa Pajomblangan ini memang rutin diadakan setiap tahun dalam memperigati HUT RI.
klenteng, lapangan desa  yang menjadi tempat upacara sudah mulai dipenuhi para peserta sejak pukul 07.00 pagi tadi, Iringan musik marching band fatanabila makin menambah semangat para peserta dalam melaksanakan upacara tersebut, dan menambah kemeriahan satu demi satu acara yang telah diagendakan.
Santri-santri memang sudah tidak asing lagi dalam keseharian masyarakat Pajomblangan dan sekitar. Pasalnya, sejak tahun 1990 mereka sudah mulai berbaur dengan para santri, hingga kini pesantren tersebut masih tetap eksis, jumlah santrinya pun sampai saat ini terhitung hampir mencapai 1000 santri yang juga menempuh pendidikan formal.
Pondok pesantren merupakan sistem pendidikan tertua di Indonesia, pengajaran dalam pesantren bukan hanya mengedepankan kecerdasan otak, kecerdasan hati juga menjadi prioritas dalam mendidik para santrinya, tidak hanya itu, pesantren juga berusaha membangun sikap patriotisme dan cinta tanah air. Apalagi saat  hari-hari besar nasional tiba, momen ini banyak dijadikan sebagai motifasi cinta tanah air, sebagaimana yang dilakukan oleh pesantren Mambaul Huda, yang mana santrinya terus eksis mengikuti upacara bersama di lapangan desa Pajomblangan.
Upacara 17 Agustus, merupakan momen yang tepat untuk kembali mengingat para pahlawan, dan bercermin melalui sejarah. “ hendaknya, melalui upacara seperti ini, kita dapat lebih mengenang para pahlawan pendahulu, dan bertafakur “ ungkap kyai Adib Karomi selaku inspektur upacara dalam pidato di tengah-tengah upacara bendera.  Sejak diproklamasikannya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan fisik, penjajahan yang dapat dengan mudah dirasakan, dan dapat diketahui bahwa negeri ini sedang terjajah, tapi sejatinya penjajahan ini akan terus berlangsung namun dalam bentuk-bentuk yang lain. Penjajahan budaya, penjajahan ekonomi, penjajahan peradaban dan penjajahan-penjajahan lain yang membuat bangsa ini akan terus terjajah, hal ini bisa terobati kala muncul para pahlawan-pahlawan baru yang senantiasa berkorban demi bangsa, “ oleh sebab itu kita harus mau menjadi pahlawan-pahlawan baru, agar penjajahan ini lekas teratasi “ lanjut Inspektur upacara yang juga menjadi pengasuh ponpes Mambaul Huda ini.
Hari Kemerdekaan, Seluruh Santri Ikuti UpacaraTahun ini, upacara kembali selesai dengan lancar seperti biasanya, pukul 08.45 para peserta sudah mulai meniggalkan lapangan upacara, tapi kemeriahan dari para peserta belum cukup sampai di sini, sambil pulang ke masing-masing tempat sekolah, mereka tetap menjaga barisan dan berjalan bersama diiringi drumb band yang terus menyanyikan lagu-lagu nasional.

Kemudian, lomba santri terbuka khas 17 Agustus-an juga turut meramaikan deretan acara hari ini, para santri sangat antusias mengikutinya hingga menjelang sore, lomba tersebut dilaksanakan di halaman ponpes Mambaul Huda. Bagi para santri sendiri, momen ini menjadi ajang pelajaran dan kedisiplinan serta hiburan dan sportifitas.